Sementara itu, ibu korban, Tumini (39), semakin khawatir dengan kondisi anaknya saat ini. Menurut dia, sejak kejadian asusila itu, NM lebih banyak diam dan termenung. Dia tidak lagi riang dan bersosialisasi seperti biasanya.
“Sekarang lebih banyak diam. Padahal dia ini periang. Dia juga pintar di sekolah,” akunya.
Tumini saat ini hanya bisa pasrah. Dia berharap, anak sulungnya selalu mendapat perlindungan dan pertolongan Allah.
Diketahui, NM menjadi korban kebiadaban ayah kandungnya Muslimin (39). Selama empat tahun, NM diperkosa Muslimin hingga hamil dua kali. Pada kehamilan pertama, janin NM yang saat itu masih duduk di SMP digugurkan. Kini, NM kembali hamil dan telah memasuki usia kandungan delapan bulan.