Komisi E DPRD Jatim Desak Pemerintah Pusat Hapus PPDB Sistem Zonasi

Ihya Ulumuddin
Ilustrasi PPDB. (Foto: Dok iNews.id)

SURABAYA, iNews.id – Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) meminta pemerintah pusat menghapus Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi. Selain karena menyulitkan, sistem baru penerimaan siswa ini juga dinilai memunculkan ketidakadilan bagi siswa.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Agatha Retnosari mengatakan, sistem ini kurang tepat diterapkan karena sebaran SMA/SMK di sebuah wilayah dengan sebaran populasi penduduk kadang tidak sama. Sebagai contoh di Kota Surabaya, di Kecamatan Genteng ada 4 SMA. Sedangkan di Kecamatan Gunung Anyar sama-sekali tidak ada SMA.

“Nah, bila diterapkan zonasi murni, akan menimbulkan perlakuan yang tidak setara. Ujungnya adalah ketidakadilan bagi para siswa,” kata Agatha di Surabaya, Selasa (18/6/2019).

Agatha juga menilai, perubahan sistem PPDB dari sistem nilai atau prestasi menjadi sistem zonasi atau domisili, rentan mematikan semangat siswa dalam belajar. Sebab, prestasi atau nilai bagus mereka seolah tidak bermakna, karena harus dipaksa sekolah di dalam zona.

“Umumnya, siswa dengan nilai bagus atau berprestasi, ingin memilih sekolah bagus (favorit). Tetapi, karena ada aturan zonasi, (prestasi) ini seolah percuma,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tangis Ibu Korban Peluru Nyasar Marinir Pecah di DPRD Jatim, Minta Keadilan untuk Anak

57 tahun lalu

DPRD Jatim Akan Panggil Marinir terkait Dugaan Peluru Nyasar Lukai 2 Siswa SMP di Gresik

57 tahun lalu

Keluarga Korban Peluru Nyasar Diduga dari Latihan Tembak Marinir Mengadu ke DPRD Jatim

57 tahun lalu

Ratusan Mahasiswa BEM se-Jatim Geruduk DPRD, Desak Reaktivasi 11 Juta Penerima PBI BPJS

57 tahun lalu

SD di Kawasan Padat Penduduk di Malang Ini Hanya Dapat 2 Siswa Baru, kok Bisa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal