Hal inilah yang menarik perhatian Muhammad Ishak dan istrinya, Athif, yang berasal dari Desa Apa'an, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang.
Awalnya, dia bersama istri, Athif hanya menjadi penonton dalam perlombaan burung perkutut. Namun, akhirnya mereka memutuskan untuk memelihara burung perkutut jenis Bangkok.
Dengan dukungan sang istri,dia mulai berpikir bagaimana hobi mereka bisa menjadi ladang bisnis yang dapat memulihkan perekonomian keluarga. Pada tahun 2022, mereka mulai beternak dua ekor burung perkutut dan hingga kini, pada tahun 2024, usaha mereka terus berjalan sukses.
Burung perkutut yang mereka tangkarkan merupakan jenis bangkok yang memiliki suara khas panjang dengan liukan di tengah.
Kini, mereka memiliki 15 kandang indukan di lahan depan rumah mereka yang dijadikan tempat sangkar. Setiap pagi, Muhammad Ishak dan istrinya sibuk merawat burung perkutut tersebut.