Kisah Sayuti Melik, Pengetik Teks Proklamasi yang Nyaris Dieksekusi Kaum Nasionalis

Solichan Arif
Sayuti Melik sang pengetik naskah teks Proklamasi Kemerdekaan RI nyaris dieksekusi kaum Nasionalis di Jawa Tengah. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Sayuti Melik sang pengetik naskah teks Proklamasi Kemerdekaan nyaris tewas saat disergap oleh sekelompok pemuda. Seorang rekan sesama bekas tahanan di Boven Digul menyelamatkan nyawa Sayuti Melik.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, Sayuti Melik bekerja sebagai pembantu Gubernur Jawa Tengah Wongsonegoro. Dia menangani bidang kerakyatan. Sesuai tugasnya, dia diutus memantau wilayah Karesidenan Pekalongan yang saat itu tengah bergolak.

Pergolakan sosial politik dipicu adanya pro dan kontra antara kaum nasionalis dengan pejabat Pangreh Praja Pekalongan yang memilih tetap patuh kepada Jepang.

Kabar kemerdekaan Indonesia baru diketahui rakyat Pekalongan pada 18 Agustus 1945. Terdengarnya kabar kemerdekaan mendorong kaum nasionalis bergerak mengibarkan bendera Merah Putih.

Namun pejabat Pangreh Praja menghalangi. Sejumlah bendera Merah Putih yang sempat berkibar diturunkan paksa dengan alasan belum mendapat perintah dari Dai Nippon (Jepang).

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Monumen Kebulatan Tekad di Rengasdengklok Karawang, Abadikan Sejarah Kemerdekaan Indonesia

57 tahun lalu

Sejarah Mata Uang Indonesia ORI, Lahir Setahun setelah Proklamasi Kemerdekaan

57 tahun lalu

78 Penyelam TNI-Polri Gelar Upacara Detik-Detik Proklamasi di Dasar Laut Gili Kondo NTB 

57 tahun lalu

Kisah Fatmawati Menangis Haru usai Pembacaan Teks Proklamasi 17 Agustus 1945

57 tahun lalu

Pidato Menggetarkan Soekarno saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal