Kisah Penyerbuan Raden Patah ke Semarang, Klenteng dan Penduduk Nonmuslim Dilindungi

Avirista Midaada
Raden Patah pemimpin Kesultanan Demak. (Foto: Sindonews.com).

Raden Patah membiarkan kelompok-kelompok itu hidup, namun ia juga mengupayakan agar mereka bisa memeluk agama Islam.

Raden Patah menghendaki simpati para penduduk di wilayah Demak dan Semarang untuk memperluas kekuasaannya di kemudian hari. Sikap itu memang sikap yang bijaksana dari seorang pemimpin yang berumur 22 tahun. 

Penyerbuan Demak ke Kota Semarang oleh Demak pada tahun 1477, menurut Slamet Muljana, memang tidak pernah diberitakan dalam Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda.

Babad Tanah Jawi hanya menceritakan bahwa pada tahun 1477, Prabu Brawijaya memanggil Patih Gajah Mada dan menanyakan apakah Demak akan memberontak. 

Tidak dijelaskan, dalam hubungan apa pertanyaan itu dikemukakan. Patih Gajah Mada memberikan keterangan tentang pembukaan hutan Bintara di wilayah Demak oleh pendatang baru.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ratusan Warga Jombang Berebut Masuk Klenteng Boo Hway Bio untuk Dapat Paket Beras Gratis

57 tahun lalu

Momen Majapahit Dibumihanguskan, Pergolakan Internal Akhiri Kejayaan Kerajaan Besar Nusantara

57 tahun lalu

Kisah Raden Patah Raja Demak Pertama dan Warisannya Kitab Salokantara tentang Aturan Hukum

57 tahun lalu

Kisah Raden Patah dan Kelenteng Sam Po Kong saat Penyerbuan Pasukan Demak di Semarang

57 tahun lalu

Nasib Kerajaan Majapahit usai Ditaklukkan Kesultanan Demak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal