Kisah Panglima Perang Mataram Dihukum Mati karena Gagal Taklukkan Batavia 

Avirista Midaada
Peninggalan Kerajaan Mataram. (Foto: pecihitam).

Pihak Mataram menyampaikan ke VOC Belanda hendak berdagang di Batavia. Namun pihak VOC sempat curiga, meski pada hari berikutnya akhirnya menyetujui penurunan sapi-sapi asal Mataram dengan syarat kapal Mataram hanya menepi satu demi satu. Sebanyak 100 prajurit bersenjata dari garnisun kastil  atau benteng pun dikeluarkan untuk berjaga-jaga. 

Hari ketiga, tujuh kapal Mataram muncul lagi di Batavia dengan alasan meminta surat jalan dari pihak Belanda, agar dapat berlayar ke Malaka yang saat itu juga di bawah kekuasaan VOC. Kecurigaan VOC pun makin menguat, hingga akhirnya semakin memperkuat penjagaan di dua benteng kecil utara dan menyiapkan artilerinya. 

Pada sore harinya, 20-an kapal Mataram menurunkan pasukannya di depan Kasteel. Melihat prajurit Mataram yang tiba mendadak begitu banyak, Belanda terkejut dan buru-buru masuk ke benteng kecil. Sejumlah kapal Mataram lain mendaratkan prajuritnya. Saat itu pasukan Mataram kemudian dihujani tembakan dari Kastil. 

Pada 25 Agustus, 27 kapal Mataram mulai berdatangan masuk ke Teluk Batavia, tetapi berlabuh agak jauh dari kastil. Di sebelah selatan Batavia, para tentara Mataram mulai tiba, dengan panji berkibar. Hal ini menunjukkan, Mataram telah menyatakan keinginannya memerangi Belanda. 

Keesokan harinya, terhitung ada 1.000 prajurit Mataram mulai bersiaga di depan Batavia. Mereka sudah siap pertempuran di Batavia. Maka pada 27 Agustus 1628, satu kompi berkekuatan 120 prajurit di bawah pimpinan Letnan Jacob van der Plaetten, berhasil menghalangi laju tentara Mataram, pascaterjadinya pertempuran dahsyat. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Hari Ini M 4,4 Guncang Sumur Banten, Berpusat di Laut

57 tahun lalu

Pilu! Bocah 5 Tahun di Lebak Hilang Diduga Terseret Arus Sungai Cisimeut

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 4,3 Guncang Labuan Pandeglang Banten

57 tahun lalu

Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur NTB Ricuh, 3 Orang Dilarikan ke RS

57 tahun lalu

Kecelakaan Mobil Kepala Dinas di Pandeglang Tabrak Siswa SD di Sekolah, 2 Orang Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal