Kisah Kesaktian Cambuk Kiai Samandiman yang Usir Lahar Kelud

Solichan Arif
Pesarean Eyang Djojodigdan di Kota Blitar, Jawa Timur. (foto: iNews/Solichan Arif)

Patih Djojodigdo mangkat pada 11 Maret 1909 dan bermakam di pesarean Djojodigdan yang saat ini terdapat 125 makam.

Sebuah keranda mayat berukir berada di atas pusara Eyang Djojodigdan. Empat tiyang besi menyangganya. 

Hal itu yang membuat Pesarean Djojodigdan juga memiliki sebutan Pesarean Makam Gantung. Sebutan gantung merujuk pada kepercayaan jasad pengamal Ajian Pancasona akan hidup kembali saat menyentuh tanah. Mbah Lasiman membantah semua itu. Menurut dia, di dalam keranda yang tergantung tersebut berisi pusaka, pakaian atau ageman Eyang Djojodigdo dan ilmu Pancasona.

Sementara jasad Eyang Djojodigdo tetap dimakamkan seperti pada umumnya orang meninggal dunia. 

“Yang digantung itu bukan jenazah. Melainkan pusaka, ageman eyang dan ilmu Pancasona,” katanya.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Warga Berdatangan ke Jalur Lahar Gunung Semeru, Penasaran dengan Dampak Erupsi

57 tahun lalu

Misteri Hayam Wuruk Naik Tahta: Raja Majapahit Termuda Lahir saat Letusan Gunung Kelud!

57 tahun lalu

5 Gunung yang Dianggap Suci di Jatim, Acuan Kerajaan Masa Lampau Dirikan Istana

57 tahun lalu

Pasangan Gay di Banda Aceh Dihukum Cambuk 82 dan 78 Kali di Depan Umum

57 tahun lalu

Pasangan Gay yang Ketangkap Warga Berhubungan Badan di Banda Aceh Divonis 85 Kali Cambuk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal