Kisah Kesaktian Cambuk Kiai Samandiman yang Usir Lahar Kelud

Solichan Arif
Pesarean Eyang Djojodigdan di Kota Blitar, Jawa Timur. (foto: iNews/Solichan Arif)

BLITAR, iNews.id - Pesarean Djojodigdan di Kota Blitar selalu menjadi tempat mengungsi warga tiap Gunung Kelud meletus. Mbah Lasiman, penjaga pesarean masih ingat bagaimana wajah para pengungsi bersimbah keringat.

Kepala mereka menengadah ke langit malam, menyaksikan kilat yang tidak berhenti menyambar-nyambar. Meski was-was, warga percaya lahar panas, material batu bercampur kerikil serta pasir yang dimuntahkan Kelud, tak akan berani menyentuh kediaman Eyang Djojodigdo.

“Lahar Kelud larinya ke utara. Tidak ke selatan,” tutur Mbah Lasiman penjaga pesarean Djojodigdan Kota Blitar dikutip dari iNewsBlitar, Minggu (19/6/2022).

“Karena lahar takut sama eyang (Djojodigdo)," katanya lagi.

Sejarah mencatat, pada tahun 1901 dan 1919 Gunung Kelud meletus. Gunung setinggi 1.731 meter itu mengamuk. Material bersuhu tinggi yang dimuntahkan merenggut banyak nyawa.

Pada 14 Februari 2014 Kelud kembali erupsi. Jutaan kubik abu vulkanik sempat melumpuhkan sebagian besar aktivitas di wilayah Kediri dan Yogyakarta.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Warga Berdatangan ke Jalur Lahar Gunung Semeru, Penasaran dengan Dampak Erupsi

57 tahun lalu

Misteri Hayam Wuruk Naik Tahta: Raja Majapahit Termuda Lahir saat Letusan Gunung Kelud!

57 tahun lalu

5 Gunung yang Dianggap Suci di Jatim, Acuan Kerajaan Masa Lampau Dirikan Istana

57 tahun lalu

Pasangan Gay di Banda Aceh Dihukum Cambuk 82 dan 78 Kali di Depan Umum

57 tahun lalu

Pasangan Gay yang Ketangkap Warga Berhubungan Badan di Banda Aceh Divonis 85 Kali Cambuk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal