Kerajaan Jenggala semula bagian dari Kerajaan Kahuripan. Nama Mapanji Garasakan sendirilah yang akhirnya mendirikan Kerajaan Jenggala tersebut. Diduga kerajaan ini memiliki pusat pemerintahan di Sidoarjo.
Keraton Kerajaan Jenggala ditemukan di sekitar Sungai Pepe. Hal ini didasari pada penemuan sebuah arca yang diyakini menunjukkan lokasi keraton Kerajaan Jenggala yang berlokasi di wilayah Kecamatan Gedangan.
Dikisahkan, Kerajaan Jenggala memiliki daerah dengan lumbung padi terbesar pada masanya. Kerajaan ini memiliki pusat pemerintahan, pusat militer, fasilitas umum dan memegang kendali pada perkembangan bandar dagang di aliran Sungai Porong.
Di bawah masa pemerintahan Mapanji Garasakan yang memerintah tahun 1042-1052 Masehi, kerajaan ini mengalami kemajuan. Bila dibandingkan dengan Kerajaan Kediri, perekonomian Jenggala tumbuh pesat. Jenggala menguasai sungai - sungai bermuara termasuk bandar dagang di Sungai Porong.
Bandar dagang di Sungai Porong menjadikan Kerajaan Jenggala dikenal luas. Bandar dagang ini merupakan pelabuhan besar di masanya dengan pajak murah dan kantor-kantor dagang berjejer membuat suasana sangat menyenangkan.