MALANG, iNews.id - Kerajaan Jenggala mungkin namanya tidak sementereng Kerajaan Majapahit atau Singasari. Tapi siapa sangka, kerajaan yang menjadi cikal bakal kerajaan besar yakni Kerajaan Kediri ini menguasai sektor perdagangan dan pelabuhan bandar terbesar kedua di Nusantara.
Secara garis besar, memang Kerajaan Jenggala merupakan pembagian dari Raja Airlangga yakni Kediri dan Jenggala. Pembagian ini untuk mengantisipasi perebutan warisan dua putra Airlangga.
Kerajaan Jenggala dikuasai oleh Mapanji Garasakan, sedangkan Kerajaan Kediri diserahkan kepada Sri Samarawijaya yang sama-sama anak dari Raja Airlangga.
Awalnya kedua kerajaan ini memiliki hubungan diplomasi yang baik sebagai sesama keturunan Airlangga. Kedua penguasa kerajaan itu menjaga hubungan baik, tapi lambat laun sebagaimana dikisahkan oleh buku "Hitam Putih Kekuasaan Raja-Raja Jawa" karya Sri Wintala Achmad, justru kedua kerajaan sesama warisan Airlangga ini terlibat perseteruan.
Kerajaan Kediri ingin menguasai wilayah strategis yang dimiliki oleh Kerajaan Jenggala. Alhasil kedua kerajaan yang awalnya memiliki hubungan diplomasi yang baik, pada akhirnya saling bertikai dan berperang.