Raja kemudian meminta Pameran Puger dan pasukannya untuk membantu Untung Surapati yang terlihat kelelahan. Pangeran Puger kemudian turun dari Sitinggil dan pergi ke Kamandungan. Dia memilih para pasukan elite pilihannya untuk bersiap perang.
Pangeran Puger kemudian berganti pakaian dan menuju medan perang. Gabungan pasukan Pangeran Puger, Untung Surapati, dan Patih Anrangkusuma membuat pasukan VOC kocar-kacir. Bahkan Pangeran Puger bisa langsung berhadapan dengan Kapten Tack.
Puger dihujani tembakan oleh pasukan VOC, namun ia tak mundur selangkah pun. Dengan tombak Kiai Plered yang terkenal sakti dia balas menyerang Kapten Tack. Sang kapten VOC ini akhirnya tewas setelah tombak sakti Kiai Plered menancap di dadanya.
Mengetahui Kapten Tack tewas, pasukan Pangeran Puger mengamuk serentak serupa segerombolan banteng terluka.
Pasukan-pasukan Pangeran Puger menombak, memedang, menusuk, dan menginjak-injak dengan garangnya para pasukan VOC yang terkapar di tanah, dengan tubuh bersimpah darah hingga mati.
Amukan pasukan Pangeran dan Untung Surapati membuat pasukan VOC banyak yang tewas. Tak terhitung lagi banyak anggota pasukan VOC yang tewas, hingga mayat-mayatnya bertumpang tindih.
Orang-orang VOC yang masih hidup kemudian lari tunggang langgang menyelamatkan diri.