Kisah Jenderal De Kock, Perwira Belanda yang Galau Usai Tangkap Pengeran Diponegoro

Solichan Arif
Lukisan Pangeran Diponegoro dan pengikutnya petang hari 8 Maret 1830, yang dibuat sebelum perundingan damai di Magelang. (foto: repro/ist)

Sebagai bawahan, De Kock tidak berani membantah perintah itu. Tapi sebagai manusia yang memiliki rasa humanis, dia mencoba menegosiasikan pemikirannya yang itu membuat Van den Bosch sedikit melunak. Perundingan damai di Magelang pun akhirnya diizinkan meskipun Van den Bosch tetap memperingatkan: bermurah hati kepada seorang yang menginspirasi pemberontakan akan dipandang sebagai kelemahan yang tidak dapat dimaafkan.

Pangeran Diponegoro yang memegang janji bahwa pertemuan dengan Jenderal De Kock hanya bersifat ramah tamah, dan dirinya tidak akan diapa-apakan, bersedia datang ke Magelang. Dalam pertemuan itu, De Kock juga memperlihatkan sikap persahabatan dan penuh rasa hormat.

Bahkan mereka saling bertukar cerita lelucon dan menemukan kesenangan yang sama. Namun bagaimanapun De Kock tetaplah bawahan yang setiap saat harus menjalankan perintah atasan. Apalagi bocoran yang diterima dari mata-matanya dari karsidenan Kedu, Diponegoro tetap kukuh dengan pendiriannya.

Pangeran Diponegoro sudah bulat pada niatnya untuk menjadi Ratu paneteg panatagama wonten ing Tanah Jawa sedaya (raja pemelihara dan pengatur agama di seluruh Tanah Jawa). Kolonial Belanda tidak mungkin mewujudkan keinginan Diponegoro tanpa lebih dulu berkompromi dengan para raja Jawa.

Pada 28 Maret 1830, Jenderal De Kock memutuskan menangkap Pangeran Diponegoro di mana tindakannya sekaligus mengakhiri Perang Jawa yang banyak menguras kas keuangan Belanda.     

Setelau penangkapan Diponegoro, yakni masih di tahun 1830, di Nederland De Kock mendapat penghargaan dari negara. Kedatangannya dari Hindia Belanda disambut dengan Grootkruis der Militaire Willems Orde (Bintang Penghargaan Militer). Ia juga diangkat sebagai panglima pasukan-pasukan Belanda di Zeeland.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pertempuran Tegal dan Cilacap, Jejak Perlawanan ALRI Terhadap Agresi Militer Belanda 1947

57 tahun lalu

Kisah Kelam di Coban Jahe, 38 Pejuang Kompi Gagak Lodra Gugur usai Pengkhianatan Pribumi

57 tahun lalu

Perang Buleleng 1846 Meletus Dipicu Hukum Tawan Karang, Belanda Kuasai Istana Singaraja

57 tahun lalu

Mengerikan! Pemimpin Prajurit Belanda Tertembak Mata oleh Pasukan Pangeran Diponegoro

57 tahun lalu

Belanda Bangun 258 Benteng Lawan Pangeran Diponegoro, Semua Gagal Total!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal