Menurut Romadoni Efendi, sejak usia 2 tahun ibu dan ayahnya berpisah. Sang ibu, Sumartina tetap berada di Jember yakni di Jalan Pattimura dan ayahnya, Yusuf Efendi mengajak Romadoni hijrah ke Kalimantan Selatan.
“Sejak itulah, kami tidak ada kontak dengan ibu. Waktu saya umur 24 tahun, ayah meninggal dunia. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, saya merantau ke Jerman selama empat tahun untuk bekerja di sana,” katanya.
Selama merantau bekerja di Jerman, Doni menemukan jodohnya yakni Yulia, warga Austria. “Saya dan istri tinggal di Austria,” ucapnya.
Saat Banjarmasin dilanda banjir bandang, Doni mendapat telepon dari keluarga ayahnya untuk pulang ke Indonesia membantu saudaranya yang tertimpa banjir.
Pada saat mengemas majalah dan koran lusuh, saudara dari ayah Doni menemukan sepucuk surat lusuh yang gagal dikirim ayah Doni kepada ibu kandungnya yang beralamat di kawasan Kebon Agung, Kecamatan Kaliwates, Jember.