Rencana Gajah Mada membunuh Raja Malaka pun diketahui kerajaan. Namun Gajah Mada yang pandai dan cerdik, menyampaikan tak ada maksud sama sekali menghabisi nyawa Raja Malaka.
Dia malah berpura-pura tidak tahu tentang rencana percobaan pembunuhan. Justru Gajah Mada dan Majapahit menyebut berhutang budi kepada Hang Tuah.
"Ayoh anak Tun Tuah, banyak kita berhutang kasih kepada anak Tuah. Jikalau lambat anak Tuah menikam juga, nescaya matilah manira ditikamnya, karena manira orang tua tiada berperang,"
Kisah Hikayat Hang Tuah itu berarti, "Ayoh anak Tun Tuah, banyak kita berhutang kasih kepada terhadap anak Tuah. Jikalau terlambat anak Tuah menikamnya, niscaya matilah manira ditikamnya, karena manira ibu bapa yang tidak berdaya".