Gajah Mada yakin dengan kekuatan dan strategi yang dimilikinya bisa membunuh Raja Malaka.
Raja Majapahit pun mengusulkan kepada Gajah Mada agar momen pernikahan putrinya dengan Raja Malaka dijadikan kesempatan untuk menghabisi nyawa penguasa Malaka itu.
Pesta pernikahan Raja Malaka dengan putri Raja Majapahit pun digelar. Gajah Mada bersiap melancarkan skenario pembunuhan.
Namun Gajah Mada lagi-lagi gagal. Kegagalan berulang itu membuat Raja Majapahit kecewa. Namun bukan Gajah Mada kalau tidak bisa meyakinkan sang raja.
Cerita ini terukir dalam hikayat Hang Tuah dengan tulisan "Ya tuanku, sabar juga dahulu, yang akan mengenai kiai Tiga itu atas pateklah, kerena banyak lagi prajurit yang kepetangan patek peliharakan. Indah apatah membunoh kiai Tuah itu dan segala Melayu lima orang itu, selang negeri besar - besar lagi dapat dialahkan? Adapun pekerjaan anak anda juga tuanku bicarakan, supaya main kita jangan ketara, karena Melayu itu bijaksana".