Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengenal Keroncong, Musik Kesukaan Bung Karno yang Dipromosikan hingga ke Mancanegara
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Fatmawati Menangis Haru usai Pembacaan Teks Proklamasi 17 Agustus 1945

Kamis, 17 Agustus 2023 - 09:06:00 WIB
Kisah Fatmawati Menangis Haru usai Pembacaan Teks Proklamasi 17 Agustus 1945
Fatmawati Soekarno. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

“Tak ada yang memimpin lagu, sehingga suara yang dihasilkan terdengar sumbang,” dikutip dari buku Berkibarlah Benderaku Tradisi Pengibaran Bendera Pusaka.

Tepat pukul 10.00 WIB, usai pengibaran bendera merah putih, suasana berubah menjadi hening dan mencekam. 

Bung Karno mengeluarkan kertas yang terlipat dari saku jasnya. Sebelum membaca naskah Teks Proklamasi yang telah diketik dan dibubuhi beberapa coretan, Bung Karno memberi pidato pengantar.

Dalam 'Berkibarlah Benderaku Tradisi Pengibaran Bendera Pusaka' disebutkan semua berlinang air mata bahagia setelah pembacaan Teks Proklamasi.

Fatmawati tiba-tiba memeluk SK Trimurti. Keduanya berangkulan dengan menangis tersedu-sedu. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut