KH Hasyim Asyari Hilang dari Kamus Sejarah, PKB Jatim: Lukai NU Nadiem Harus Minta Maaf

Ali Masduki
Sekretaris DPW PKB Jatim Anik Maslachah (istimewa).

SURABAYA, iNews.id - DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur (Jatim) mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) meminta maaf atas terbitan Kamus Sejarah Indonesia (KSI). PKB Juga meminta seluruh kamus tersebut ditarik dari peredaran. 

Reaksi keras tersebut disampaikan DPW PKB Jatim menyusul tidak adanya nama dan peran peran KH Hasyim Asyari dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia di KSI jilid I. Selain itu juga tidak tidak ada ulasan tentang Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid di KSI Jilid II. Padahal sejumlah tokoh lain yang kontroversial justru ada dalam KSI.

Sekretaris DPW PKB Jatim Anik Maslachah mengatakan, terbitan KSI oleh Kemendibud tersebut merupakan bentuk diskriminasi dan pelecehan pada kaum santri dan NU karena secara tidak langsung menghilangkan rekam jejak santri dalam perjuangan kemerdekaan.

"Ini sama dengan pelecehan terhadap NU, kiai dan kaum santri. Kami minta Mendibud Nadiem Makarim minta maaf secara terbuka dan menarik kamus yang sudah diterbitkan, untuk direvisi dan disempurnakan," katanya, Selasa (19/4/2021). 

Anik mengingatkan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawanya. Tidak akan ada resolusi jihad yang menjadi embrio perlawanan pada penjajah tanpa KH Hasyim Asy'ari yang menggerakkan santrinya kala itu.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ratusan Driver Ojol Demo PN Jombang, Desak Hakim Vonis Bebas Nadiem Makarim

57 tahun lalu

Gus Dur Resmi Pahlawan Nasional, Keluarga dan Pesantren di Jombang Sujud Syukur

57 tahun lalu

Praperadilan Nadiem Ditolak, Kuasa Hukum Mulai Fokus Siapkan Pembuktian Pokok Perkara

57 tahun lalu

Prihatin Penahanan Aktivis, Sinta Nuriyah: Mereka Anak Bangsa Berjuang untuk Kemanusiaan

57 tahun lalu

Nadiem Ajukan Praperadilan, Kuasa Hukum: Penetapan Tersangka Tak Ada 2 Alat Bukti yang Cukup

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal