Titir dibunyikan. Bala tentara Majapahit bersorak-sorak. Tidak ada seorang pun di antara sanak kadang sang patih yang berani keluar. Ken Bebed istri Gajah Mada gemetar mendengar sorak bala tentara yang datang mengepung kepatihan dan minta supaya sang patih menyerah saja.
Pagar pekarangan dirusak hingga membuat batasnya terhapus. Bala tentara berdesak-desak masuk halaman. Mahapatih Gajah Mada yang telah bersiap menggunakan cawat celana geringsing, berselubung kain putih, bersabuk atmaraksi, berdiri di tengah halaman, bersemedi.
Seketika itu juga sang patih dengan jiwa raganya moksa ke Wisnuloka. Seisi rumah kepatihan dengan serta merta mencucurkan air mata menyaksikan kejadian tersebut.
Di sisi lain, tentara Majapahit akhirnya merangsak masuk ke rumah, bertemu dengan Ken Bebed istri Gajah Mada yang memegang keris terhunus. Mereka mencari tempat sembunyi Gajah Mada, tetapi sia-sia. Akhirnya isi rumah dirampas habis-habisan oleh pasukan Majapahit.
Sementara itu terdengar laporan Gajah Mada telah lolos. Semua orang dikerahkan untuk mencarinya, menelusuri desa-desa mencari keberadaan sang Gajah Mada yang dengan kesaktiannya moksa.