Informasi dari Polda Jatim, musibah itu mengakibatkan dua korban tewas masing-masing satu guru dan satu siswa. Sementara itu, jumlah korban luka karena tertimpa reruntuhan atap bangunan kelas sebanyak 11 orang.
Para korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Sudarsono Pasuruan. Bangunan yang atapnya ambruk ada di empat ruangan kelas, yakni kelas II A, II B, V B, dan V A. Saat kejadian sedang berlangsung kegiatan belajar mengajar.
“Berdasarkan laporan awal, korban jiwa yakni guru bernama Sevina Arsy Putri Wijaya berusia 19 tahun dan siswa kelas II B, Irza Almira. Korban luka-luka sementara ada 11 orang,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti ambruknya atas SD yang berlokasi di Jalan Kian Mojo itu. Polisi masih fokus untuk mengamankan lokasi kejadian dan menolong para korbaan.
“Kami masih melaksanakan pengamanan TKP, menolong korban, nanti lebih detailnya kami akan melakukan olah TKP seperti apa kronologi kejadiannya,” kata Slamet.