Seni Bela Diri Taekwondo ITF Dikenalkan pada Masyarakat Surabaya

Ihya Ulumuddin
Indonesia International Taekwon-Do Federation (IITF) sedang berlatih mengasah kemampuan diri. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

"Walaupun berakar sama, namun keduanya memiliki perbedaan. ITF Sendiri lebih menekankan pada pengembangan karakter serta konsep berfikir dalam berlatih. Artinya, setiap gerakan yang dilatih harus dimengerti fungsi dan tujuannya secara jelas berdasarkan prinsip dasar pengetahuan," katanya.

Perbedaan lainnya ada di peraturan saat pertandingan. Dalam ITF ada 5 kategori pertandingan yaitu : Pertarungan, Jurus, Pemecahan Benda Keras, Spesial Teknik dan Beladiri.

Dalam Pertarungan ITF di wajibkan memakai pelindung tangan dan kaki serta pelindung kepala karena diperbolehkan untuk memukul di bagian wajah, sedangkan di WTF hal memukul dibagian tersebut tidak diperbolehkan, Perbedaan perbedaan peraturan dalam pertandingan inilah yang  tengah disatukan. Saat ini, induk kedua organisasi tersebut tengah bertemu untuk menyatukan visi. Nanti dimungkinkan ada federasi baru.

"Indonesia ITF aktif dalam mengikuti event-event kejuaraan baik dalam tingkat nasional maupun tingkat internasional. Di antaranya mengikuti kejuaraan dunia di Korea, Bulgaria, Rusia, Singapura serta Malaysia . Kontingen Indonesia ITF kerap mendapatkan medali," kata Chandra.

Dia menambahkan, pihaknya optimis taekwondo ITF tidak hanya dikenal oleh masyarakat luas, tapi menjadi sarana bagi yang ingin belajar seni bela diri dan untuk meraih prestasi. Ini berkat dukungan penuh Presiden Indonesia ITF Rudijanto Tanoesoedibjo serta Prof Ri Yong Son sebagai Presiden ITF Taekwon-Do Dunia.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan Maut Truk Tangki dan Motor di Surabaya, 1 Orang Tewas 1 Luka

57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya jelang Deportasi

57 tahun lalu

Remaja di Lampung Rekrut 2 Anak Jadi Terapis Plus-Plus di Surabaya, Diimingi Gaji Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal