Bambang mengatakan untuk wilayah timur, yakni Kecamatan Pesantren, debit air tidak setinggi di wilayah kota. "Wilayah timur di Kecamatan Pesantren masih aman. Tidak seperti di kota. Jadi misalnya di Kelurahan Bawang, Ketami itu aman. Di sungai Kresek memang ada peningkatan, arus deras, tapi masih aman," ujarnya.
Bambang mengakui hingga kini belum ada laporan tanggul rusak akibat hujan deras. Dirinya mengakui curah hujan sangat tinggi ketimbang hari-hari biasanya.
Dia mengatakan, perbaikan tanggul sudah dilakukan oleh Pemkot Kediri. Banjir ini lebih disebabkan air antre masuk ke saluran menuju ke sungai Brantas yang berada di barat Jalan Brawijaya Kota Kediri.
Bambang berharap masyarakat giat gotong royong membersihkan lingkungannya sebagai upaya mencegah terjadinya banjir. Masyarakat bisa memperbaiki dan membersihkan sampah di saluran air agar laju air bisa lancar mengalir ke sungai.
Banjir di Kota Kediri juga banyak diabadikan warga. Berbagai video beredar dari jejaring sosial di WhatsApp.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kediri Apip Permana mengatakan curah hujan di Kota Kediri sangat tinggi dan menyebabkan air menggenang. "Tadi informasinya sudah mulai surut," kata Apip.