Kecam Aksi Bakar Alquran, FPDIP Jatim: Kesesatan Berekspresi

Ihya Ulumuddin
FPDIP mengecam aksi pembakaran Alquran. (istimewa).

“Nilai-nilai pluralisme dan multikulturalisme mengandaikan sikap menghargai perbedaan, tidak menghina keyakinan orang lain. Apa yang terjadi di Swedia dan Belanda adalah wujud sesat pikir, logical fallacy,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini. 

Agatha memaparkan, kebebasan berekspresi harus dijalankan dalam koridor yang tidak menghina keyakinan orang lain. “Bila kebebasan berekspresi ditegakkan dengan sikap semau gue yang merugikan orang lain, maka itu bukan kebebasan berekspresi melainkan kesesatan berekspresi,” katanya. 

Apa yang terjadi di Swedia maupun Belanda, lanjut Agatha, harus jadi pelajaran bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Kita tidak boleh menghina keyakinan orang lain, tidak boleh menjelekkan agama orang lain, suku orang lain, budaya orang lain,” ujarnya.

Seperti diketahui, pembakaran Al-Quran dilakukan politikus sayap kanan, Rasmus Paludan, dalam demonstrasi di Stockholm, Swedia. Aksi provokatif juga dilakukan politisi sayap kanan Belanda, Edwin Wagensveld, yang merobek Alquran di Den Haag. Video-video itu beredar luas di media sosial.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran 3 Santri di Ponpes Lombok Tengah, 1 Korban Tewas

57 tahun lalu

Motif Pria Lansia Nekat Bakar Toko Grosir Snack di Jombang, Sakit Hati Ditegur

57 tahun lalu

Terungkap Kasus Pembakaran Toko Grosir Snack di Jombang, Pelaku Ditangkap

57 tahun lalu

1 Orang Ditangkap terkait Pembakaran Ponpes Nurul Jadid di Mesuji, Diduga Provokator

57 tahun lalu

Ngeri! Preman di Medan Siram Bensin dan Ancam Bakar Warung gegara Tak Diberi Uang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal