Kecam Aksi Bakar Alquran, FPDIP Jatim: Kesesatan Berekspresi

Ihya Ulumuddin
FPDIP mengecam aksi pembakaran Alquran. (istimewa).

SURABAYA, iNews.id - Kasus pembakaranAlquran oleh politisi sayap kanan di Swedia dan Belanda menuai kecaman banyak pihak di Indonesia. Tindakan provokatif itu dianggap sebagai sesuatu yang picik dan intoleran. 

Politisi PDI Perjuangan, Agatha Retnosari, misalnya misalnya, menyebut bahwa perbuatan itu merupakan sebuah penghinaan, sehingga harus dikecam. 

“Apa pun alasannya, tindakan itu tidak boleh dilakukan. Tindakan itu sudah melampaui batas penghormatan terhadap kepercayaan setiap orang. Terserah Anda punya keyakinan apa, tapi tidak boleh menghina, apalagi sampai membakar, menginjak-injak,” ujar Anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim, Kamis (26/1/2023).

Agatha mengatakan, pembakaran maupun perobekan kitab merupakan perbuatan yang lahir dari pikiran dan pandangan yang picik. Alih-alih bagian dari kebebasan bereksperesi sebagai buah dari pluralisme dan multikulturalisme, aksi tersebut justru mengkhianati nilai-nilai pluralisme dan multikulturalisme.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran 3 Santri di Ponpes Lombok Tengah, 1 Korban Tewas

57 tahun lalu

Motif Pria Lansia Nekat Bakar Toko Grosir Snack di Jombang, Sakit Hati Ditegur

57 tahun lalu

Terungkap Kasus Pembakaran Toko Grosir Snack di Jombang, Pelaku Ditangkap

57 tahun lalu

1 Orang Ditangkap terkait Pembakaran Ponpes Nurul Jadid di Mesuji, Diduga Provokator

57 tahun lalu

Ngeri! Preman di Medan Siram Bensin dan Ancam Bakar Warung gegara Tak Diberi Uang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal