Kayutangan, Pusat Perdagangan dan Bisnis Belanda yang Monumental di Kota Malang 

Avirista Midaada
Kawasan Kayutangan, pusat perdagangan dan bisnis di Kota Malang sejak zaman Belanda. (Foto: MPI/Avirista Midaada).

Barang–barang elektronik, otomotif, hingga peralatan rumah tangga berkualitas dengan harga mahal, menjadi salah satu komoditi Kayutangan di masa lalu. Barang–barang ini menjadi salah satu incaran para saudagar kaya dan crazy rich Belanda dan beberapa warga Eropa lainnya yang berada di Kota Malang saat ini.

"Jadi barangnya luxury (mewah), ada sepeda, ada suku cadang mobil Chevrolet, Ford, ada piano, alat-alat musik, arloji, buku. Kalau permata bukan di situ, di Jalan Gatot Subroto," ujarnya. 

Puncak kejayaan Kayutangan terjadi sekitar tahun 1930–1940. Saat itu, perekonomian Belanda kembali bangkit. Hal ini terjadi setelah tahun 1930, Belanda mengalami depresi ekonomi yang menyebabkan keuangan Belanda terguncang, yang berimbas pada pembangunan Kota Malang yang terbengkalai.

"Puncak kejayaan kawasan 1930-1940 karena pembangunan kota baru selesai 1930, itu baru selesai karena Belanda punya banyak duit, dagangannya agak lancar, tahun 1930 kena depresi ekonomi dunia berhenti," katanya. 

Di kawasan ini arus berdagangan barang cukup masif, barang–barang ini diangkut menggunakan trem dan mobil bak terbuka semacam pick-up. Tetapi ada juga kendaraan tradisional seperti cikar dan dokar yang masuk ke tengah kota, untuk mengangkut barang–barang dari kawasan Kayutangan.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polda NTT Bongkar Perdagangan Rokok Ilegal di 3 Kabupaten, Ribuan Bungkus Disita

57 tahun lalu

Pertempuran Tegal dan Cilacap, Jejak Perlawanan ALRI Terhadap Agresi Militer Belanda 1947

57 tahun lalu

Kisah Kelam di Coban Jahe, 38 Pejuang Kompi Gagak Lodra Gugur usai Pengkhianatan Pribumi

57 tahun lalu

Perang Buleleng 1846 Meletus Dipicu Hukum Tawan Karang, Belanda Kuasai Istana Singaraja

57 tahun lalu

Mengerikan! Pemimpin Prajurit Belanda Tertembak Mata oleh Pasukan Pangeran Diponegoro

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal