Kayutangan, Pusat Perdagangan dan Bisnis Belanda yang Monumental di Kota Malang 

Avirista Midaada
Kawasan Kayutangan, pusat perdagangan dan bisnis di Kota Malang sejak zaman Belanda. (Foto: MPI/Avirista Midaada).

Unsur sebutan “Tangan” dari pohon itu kedapatan dipakai juga sebagai unsur nama desa sekaligus kecamatan di sub-area timur Tulungagung yaitu Rejotangan (rejo-pangan). Di samping itu, areal di samping utara belakang Pasar Wage di Desa Kenayan Kabupaten Tulungagung juga memiliki unsur nama “Tangan” yakni Jotangan (kata “jo” boleh jadi adalah akronim dari rejo).

Dengan demikian, pohon “Kayu Tangan” sebagaimana dikutip dari buku “Potensi Kampung Kayutangan Heritage” amat mungkin pada masa lampau tumbuh di berbagai tempat di Jawa, antara lain di Malang dan Tulungagung. Unsur namanya sering digunakan untuk menamai sebuah desa atau dusun yang bersumber pada nama-nama pohon atau kayu yang banyak tumbuh di areal tersebut. 

Dengan kata lain, “Kayu Tangan” pada konteks ini adalah sebuah toponimi, yakni nama yang memberi gambaran ekologis masa lalu pada area bersangkutan.

Sejarawan Universitas Negeri Malang (UM) Reza Hudiyanto menyebut, Kayutangan oleh Belanda dikonsep layaknya kota–kota di Eropa dengan ciri khas yang unik dan berbeda dengan kawasan kota – kota lainnya. Hal ini menjadikan antara etalase toko dengan jalan di Kayutangan cukup dekat.

"Konsep etalase memajang barang yang ada di trotoar, jadi dibuat sedekat mungkin toko itu dengan trotoar, itu seperti di Ho Chi Min city memang dibangun Prancis untuk itu. Ciri khas kota-kota di Eropa jalan trotoar kan sekalian bisa lihat," ucap Reza. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polda NTT Bongkar Perdagangan Rokok Ilegal di 3 Kabupaten, Ribuan Bungkus Disita

57 tahun lalu

Pertempuran Tegal dan Cilacap, Jejak Perlawanan ALRI Terhadap Agresi Militer Belanda 1947

57 tahun lalu

Kisah Kelam di Coban Jahe, 38 Pejuang Kompi Gagak Lodra Gugur usai Pengkhianatan Pribumi

57 tahun lalu

Perang Buleleng 1846 Meletus Dipicu Hukum Tawan Karang, Belanda Kuasai Istana Singaraja

57 tahun lalu

Mengerikan! Pemimpin Prajurit Belanda Tertembak Mata oleh Pasukan Pangeran Diponegoro

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal