"Jadi sebelumnya memang ada permasalahan akibat perkara sebelumnya, jadi kita juga mendapat laporan perkara sebelumnya, yaitu dugaan adanya pencabulan. Oleh karena itu kita masih dalami, masih proses pendalaman untuk perkara pencabulan tersebut, dan apabila memenuhi unsur akan kita tindak lanjut sesuai aturan yang berlaku," kata Tinton.
Berdasarkan keterangan pelaku pengeroyokan, mereka nekat melakukan pengeroyokan lantaran kesal dengan apa yang dilakukan oleh SW. Sebab LN sempat mengadukan kepada teman-temannya yang juga pelaku pengeroyokan tersebut. Apalagi ada upaya SW untuk mencoba melarikan diri sehingga memancing emosi para pelaku.
"Jadi kejadian tersebut berdasarkan pemeriksaan kami, hal tersebut terjadi karena spontanitas daripada para pelaku, yang kebetulan saat itu memang berada di lokasi, dan sebelumnya juga saudara LN pernah menyampaikan kepada para pelaku ada masalah seperti itu saja, para pelaku ini datang karena untuk menemani saja," katanya.
Pihaknya sendiri masih mendalami dugaan apakah para pelaku pengeroyokan ini datang karena disuruh oleh saksi bernama LN. "Belum kita temukan adanya itu (disuruh LN) , tapi kita masih dalami adakah keterkaitan saudara LN dengan penyuruhan tersebut," katanya.
Sementara itu pelaku bernama Tegar mengaku aksi pengeroyokan yang dilakukan bersama ketiga temannya karena spontanitas. Sebab SW sempat berusaha untuk melarikan diri dengan menggunakan mobil.