Kader Muda NU Serukan PBNU Kembali ke AD/ART dan Hormati Islah Para Kiai Sepuh

Kastolani Marzuki
Kader Muda NU menyerukan agar PBNU Kembali ke AD/ART dan menghormati Islah para Kiai Sepuh. (Foto: Ist)

Purwaji mengingatkan, AD/ART bukan sekadar formalitas administratif. Dia menyebut aturan dasar organisasi itu adalah pagar yang menjaga kehormatan Jam’iyah.
Tanpa ketaatan pada AD/ART, ia khawatir keputusan-keputusan organisasi akan kehilangan legitimasi moral di mata warga NU. Dalam forum yang sama, salah satu narasumber konsolidasi, Fajri Al Farobi, menegaskan tradisi NU hanya bisa hidup dalam ruang dialog.

“Islah adalah jalannya para kiai. Ketika pintu dialog ditutup dan keputusan diambil sepihak, maka itu bukan lagi tradisi NU. Maka dari itu, forum konsolidasi ini adalah gerakan moral untuk memastikan NU tetap berada di rel yang benar,” ucapnya.

Forum konsolidasi Jaringan Kader Muda NU tersebut kemudian menghasilkan sejumlah pernyataan sikap. Mereka menolak segala bentuk kesewenang-wenangan di tubuh PBNU dan menolak tindakan yang mengabaikan AD/ART.

Para peserta juga meminta agar kiai dan pengurus tidak mendasarkan keputusan strategis pada fitnah tanpa melalui proses tabayyun.

Para kader menegaskan, langkah yang mereka tempuh bukan bentuk pembangkangan terhadap struktur. Gerakan ini disebut sebagai upaya menegakkan kembali tradisi Jam’iyah yang dibimbing para kiai sepuh. Nama-nama pesantren rujukan seperti Ploso dan Tebuireng disebut sebagai simbol sanad keulamaan yang ingin mereka jaga.

Mereka berharap, suara moral dari konsolidasi kader muda NU ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pengurus. Tujuannya agar NU tetap berada di jalur khidmat kepada umat, menjaga persatuan, serta merawat marwah organisasi di tengah dinamika internal yang mengemuka.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pengurus PBNU Diteror, Gus Yahya: Sudah Jauh di Luar Akhlak!

57 tahun lalu

Gus Yahya Jelaskan Alasan Tolak Putusan Rais Aam terkait Pemberhentian dari Ketum PBNU

57 tahun lalu

Gus Yahya Tolak Mundur, Tegaskan Dirinya Ketum PBNU yang Sah

57 tahun lalu

LPBH PBNU: Kepemimpinan NU Kolektif, Rais Aam dan Ketum Haram Ambil Keputusan Tunggal!

57 tahun lalu

Tolak Mundur dari Ketum PBNU, Gus Yahya: Mandat Muktamar Tak Bisa Digeser

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal