Kamis 17 Januari 2024, berkas perkara penganiayaan Gregorius Ronald Tannur terhadap Dini Sera Afrianti dinyatakan P21 atau lengkap. Status P21 tersebut setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya melakukan serangkaian penelitian yang dilakukan jaksa peneliti usai diterima dari penyidik kepolisian pada Jumat (12/1/2023).
Berkas perkara penganiayaan Gregorius Ronald Tannur sempat 3 kali dikembalikan oleh Kejari Surabaya. Sidang perdana Ronald Tannur digelar Selasa, 19 Maret 2024 di Ruang Garuda 2 PN Surabaya.
Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Ronald 12 tahun penjara karena dinilai terbukti melakukan penganiayaan terhadap Dini hingga tewas. Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan sempat 3 kali ditunda, yakni 6, 13 dan 20 Juni.
Rabu, 24 Juli 2024, Majelis Hakim PN Surabaya menjatuhkan vonis bebas kepada Gregorius Ronald Tannur. Dalam amar putusannya, hakim menyatakan anak politikus PKB Edward Tannur itu tidak terbukti bersalah dalam kasus pembunuhan.