"Selain itu kami juga terus menyerahkan bantuan dari Pemprov Jatim sebagai stimulus pemulihan ekonomi, memperkuat keberadaan Kampung Tangguh sebagai satuan terkecil PPKM Mikro di masyarakat, serta program pemulihan ekonomi berbasis UMKM sebagai backbone perekonomian Jatim," katanya.
Mantan Asisten Pemprov Jatim Hadi Prasetyo pun mengatakan bahwa bantuan keuangan ekonomi produktif merupakan instrumen yang efektif untuk bisa mengarahkan sekaligus mengkonsolidasikan survival ekonomi krisis dan penguatan langkah menuju pasca krisis.
Hadi yang pernah menduduki sebagai posisi penting di Pemprov Jatim, seperti Ketua Bappeprov pun memberikan kunci survive saat krisis seperti kondisi saat ini. Menurutnya, lapangan usaha pertanian dan perikanan yang kuat di Jatim, menjadi fundamental ekonomi saat krisis. "Usaha mikro, kecil, koperasi dan usaha menengah difasilitasi secara optimal untuk melalui krisis," katanya.
Dia melanjutkan, program-program ekonomi produktif melalui bantuan keuangan provinsi kepada kabupaten/kota sangat mendukung ketahanan krisis. "Menuju pasca krisis, ekonomi Jatim perlu diarahkan pada produk unggulan yang melibatkan UMKM serat berbasis kawasan (Perpres 80/2019)," ujarnya.
Hadi berharap usaha mikro dan kecil diarahkan untuk masuk dalam industrialisasi produk unggulan berbasis teknologi. Untuk produk unggulan yang diarahkan ekspor, dilakukan dengan cluster kelompok berbasis potensi SDA kawasan.
"Inisiasi captive market, dilakukan dengan kemitraan usaha mikro-kecil dengan usaha menengah atau usaha besar," katanya.
Diketahui, selain Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan mantan Asisten II (Bidang Ekonomi) Pemprov Jatim Hadi Prasetyo, seminar ini juga menghadirkan Wakil Rektor IV Unitomo Surabaya Meithiana Indrasari dan Wakil DPRD Jatim Anik Maslachah sebagai narasumber.