"Pastinya menjalankan kehidupan, sama bisa mengurus anak dengan baik. Insya Allah bisa jadi ibu yang lebih baik," katanya.
Dia juga berharap, pengetahuan dan keterampilan yang didapat dari lapas tersebut menjadi modal berharga saat menghirup udara bebas pada November nanti.
"Selama di sini belajar banyak, bisa belajar masak, belajar kosmetik make-up. Yang paling asyik di bakeri bikin kue. Ya alhamdulillah bisa bikin kue bolu, roti, kue tart. Alhamdulillah sudah bisa. Paling bisa ya kue tart," ujar dia.
Sementara Kepala Lapas Perempuan Kelas II Q Malang Ika Yusanti berharap dengan keterampilan yang didapat, Tini mampu mandiri dan menghidupi anak-anaknya.
"Kalau pulang tetap perlu menghidupi anak-anak. Harapannya dengan belajar buat kue bisa berusaha untuk membantu perekonomian keluarga," kata Ika.
Menurut dia, selama menjadi penghuni lapas, Tini bergaul dengan sesama warga binaan lainnya. Dia menilai, sikapnya saat ini tampak mulai terbuka dan ada kemajuan pesat.