"Meskipun lahir di Malang, saya besar di tiga kota. Jakarta, Surabaya, dan Malang. Tiga kota ini pula yang memiliki kesan mendalam bagi saya. Khusus Surabaya, bahkan saya menikah dengan istri saya di kota ini," katanya. .
Terkait program kerja yang akan Ia bawa, pria yang pernah mendapatkan penghargaan dari Presiden Rusia Vladimir Putin ini mengaku akan fokus kepada kalangan Milenial. "Tentunya yang pertama adalah lapangan kerja. Dan itu bahkan sudah mulai saya kerjakan," ucap pria berusia 30 tahun ini.
Dia juga berjanji akan membantu anak-anak muda Surabaya yang ingin terjun ke dunia wirausaha. Kendalanya selama ini, menurut Gamal, tidak memiliki modal yang cukup.
Sesuai survei yang ada, dikatakan Gamal, 25,5 persen anak muda mengeluhkan minimnya lapangan pekerjaan. Dengan begitu, dia sudah memulai solusi itu dengan membuat pelatihan kerja.
"Konsep sudah kami gagas mengembangkan sebuah center membantu anak muda untuk dilatih. Membantu anak muda yang langsung dihubungkan ke perusahaan. Masalah anak muda sama, tidak punya modal. Saya berikan pinjaman ke mereka tanpa ada bunga sedikitpun. Ini akan menjadi program utama saya," katanya.
Warga Surabaya pun berharap banyak terhadap Gamal. Mereka ingin Gamal bisa membawa Surabaya lebih baik. Membuka banyak lapangan pekerjaan, serta tidak membuat program atau regulasi yang berimplikasi pada penggusuran.
"Seandainya jadi, selama ini kita ditakutkan aturan Perda. Kita ini beberapa kali mau digusur, kita dihantui seperti itu. Padahal ini satu-satunya mata pencaharian kita," kata salah seorang penjual kopi, Sunaryo.