SOLO, iNews.id- Di mata Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawangsa, almarhumah ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi Notomihardjo (Eyang Noto) merupakan sosok yang "low profile" atau rendah hati. Eyang Noto membangun egaliterisme dan rajin hadir setiap ada undangan pengajian.
"Eyang Noto saya mengenal sebelum Pak Jokowi menjadi Presiden," kata Khofifah usai melayat di rumah duka Jalan Pleret Raya 9A Banyuanyar Solo, Kamis (26/3/2020).
Menurut Khofifah, dirinya bertemu dengan putri eyang Noto. Dia menanyakan apa wasiat beliau sebelum wafat, pada Rabu (25/3), sekitar pukul 16.45 WIB.
"Beliau selesai menjalankan Sholat Dhuhur bertanya apakah sudah waktunya Ashar. Beliau sebelum wafat sempat berdialog dengan putri-putrinya. Beliau juga sempat berfoto bersama sebelum meninggalkan kita semua," katanya.
Salah satu wasiat beliau, kata Khofifah, agar putra putrinya melanjutkan silatuhrahim dengan teman-teman beliau. Beliau juga berpesan jika ada sisa rejeki hartanya agar untuk diwakafkan masjid.