“Warga yang rumahnya tidak kemasukan air atau memiliki dipan tingkat, tidak mengungsi,” katanya, Rabu malam.
Selama banjir, untuk aktivitas, warga harus menggunakan perahu karet yang disiagakan dari BPBD Pemkot dan Pemkab Pasuruan. Meski demikian, masyarakat masih enggan mengungsi.
Plt BPBD Kabupaten Pasuruan, Techto Jati mengatakan,0 banjir mulai surut pada pukul 21.30 WIB. Dalam bencana ini, dilaporkan tak ada korban jiwa.
“Curah hujan yang tinggi ditambah durasi yang lama menjadikan sungai maupun anak sungai tidak mampu menampung air,” katanya.
Untuk mengantisipasi hal yang tak dimungkinkan, BPBD Kota dan Kabupaten Pasuruan sudah menyiagakan personel, masing-masing di setiap kecamatan terdampak banjir. Selain itu, posko dapur umum dan kesehatan juga didirikan di setiap kantor kecamatan.