“Tweet Andi Arief itu bentuk penyampaian kewaspadaan, bentuk peringatan dini yang memiliki semangat menjaga demokrasi. Kita semua tentu bisa membayangkan apa yang terjadi jika kita semua abai, cuek, dan diam terhadap sebuah isu, tapi ternyata benar. Nah, maka itu lebih baik disampaikan, ditanyakan agar tidak menjadi hoaks,” kata Ferdinand, kepada wartawan, Kamis (3/1/2019).
Dia juga meminta kepada semua pihak untuk tidak membangun tradisi ketika seseorang menyampaikan adanya dugaan atau pertanyaan dan ternyata tidak terbukti langsung dihakimi dan dituduh sebagai penyebar hoaks.
Sebelumnya, Andi Arief melalui akun Twitter @AndiArief__ mengunggah tulisan tentang isu tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok. “Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yg sudah dicoblos di tanjung priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebernarannya. karena ini kabar sudah beredar,” cuit Andi Arief.
KPU telah mengecek dan memastikan isu itu adalah bohong. KPU juga segera melaporkan penyebar isu itu ke kepolisian.