“Iya akibat pembangunan Jalan Tol Trans Jawa, empat desa di Kecamatan Jetis Mojokerto mengalami banjir. Padahal sebelum ada tiang pancang, jalan tol tidak pernah banjir,” ujarnya.
Menurut Hidayat, sejauh ini belum ada penanganan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jatim dan Balai Pengelola Jalan Tol (BPJT) terkait banjir di kawasan tersebut yang disebabkan pembangunan jalan tol.
Karena itu, pihaknya meminta pemerintah Provinsi atau BPJT segera melakukan langkah-langkah konkrit agar banjir di kawasan tersebut bisa ditangani.
“Solusinya harus ada normalisasi aungai yang ada di sekitar kawasan tersebut, termasuk memasang pompa air,” katanya.