Selanjutnya, dia mengatakan bahwa Jawa Timur masih memiliki 1,8 persen kemiskinan ekstrem pada 2022. Maka dari itu, dia berpesan untuk menjadikan bulan bhakti gotong royong ini menjadi momentum untuk menurunkan kemiskinan ekstrem secara signifikan.
"Bersama-sama kita lakukan penyisiran, di mana ada rumah yang tidak layak huni, termasuk MCK komunal yang sudah harus berbasis rumah tangga. Intervensinya bisa kerja sama dengan Baznas di setiap kabupaten/kota, mumpung kita berada pada bulan bhakti gotong royong," ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak menyampaikan bahwa BBGRM dan HKG-PKK memang selalu diperingati bersamaan. Mengingat, semangat keduanya adalah gotong royong.
"Nah, penanaman semangat gotong royong ini dimulai dari tingkat terkecil, yaitu keluarga. Jadi, dimulai dari orang tua dan anak-anak. Salah satu sumber sosialisasi dari BKB, BKR, maupun BKL. Mudah-mudahan ini bisa terus dan memenuhi kebutuhan," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah menyerahkan berbagai penghargaan. Di antaranya, penghargaan kepada Pelaksana Gotong Royong Terbaik Provinsi Jatim 2023.
Tidak hanya itu, dia juga memberikan bantuan keuangan khusus Program Jatim Puspa, Desa Berdaya, dan Pemberdayaan Bumdesa 2023 kepada Pemerintah Kabupaten Madiun dan Pemerintah Desa lokasi program senilai Rp 966.875.000. Bantuan tersebut diberikan kepada Bupati Madiun.
Usai penyerahan penghargaan, Gubernur Khofifah dan Ketua TP PKK Jatim Arumi bersama-sama melakukan peninjauan stand pameran yang berlokasi di depan pendopo. Jumlah stand yang ikut menyemarakkan pameran berjumlah 52 stand.