SURABAYA, iNews.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa meminta siswa SMP berusia 13 tahun di Kota Malang, MS, yang menjadi korban bullying atau perundungan mendapat pendampingan, baik medis maupun psikis. Upaya itu penting agar korban tidak terpuruk.
“Korban harus mendapatkan pendampingan dan bimbingan psikolog. Ini agar korban tidak mengalami trauma setelah mengalami perundungan yang cukup parah, bahkan sampai ada bagian tubuhnya yang diamputasi,” kata Khofifah, Rabu (5/2/2020).
Tidak hanya itu, Khofifah juga meminta agar pelaku bullying mendapatkan pendampingan yang tepat. Mereka yang melakukan perundungan harus dibina agar kelak tidak terjadi kejadian serupa.
“Pendampingan orang tua, guru sekolah sangat dibutuhkan pelaku. Bagaimana agar anak-anak yang masih di bawah umur ini bisa mendapatkan pemahaman yang tepat bagaimana menjalin hubungan pertemanan yang baik dengan sebayanya,” kata Ketua Umum PP Muslimat NU ini.
Lebih lanjut, Khofifah juga mengimbau kepada seluruh guru sekolah di Jatim untuk tidak lengah dalam mengawasi siswanya di sekolah. Guru kelas, guru mata pelajaran, bukan hanya bertanggung jawab pada prestasi akademik siswa saja. Guru juga ikut bertanggung jawab pada perilaku dan interaksi antar siswa di sekolah, termasuk pergaulan mereka.