"Vaksin ini jangan dibilang sebagai satu syarat yang memberatkan. Karena vaksin ini kita lakukan supaya bisa saling melindungi diri kita dan keluarga. Karena kalau orang mudik itu pasti yang disowani terlebih dahulu adalah yang paling sepuh dan paling senior," ujarnya.
"Itulah yang menjadikan kita harus memberikan perlindungan kepada orang yang kita sayangi lewat vaksinasi. Karena kalau kita ingin berumur panjang, tentu kita juga ingin orang yang kita hormati dan sayangi juga berumur panjang, sehingga tahun depan bisa ketemu lagi. Maka mari kita saling memproteksi diri kita dan lingkungan kita," katanya.
Lebih lanjut, mantan Menteri Sosial RI itu mengatakan bahwa vaksin telah tersedia dan dapat diakses dengan mudah dari tempat-tempat pelayanan tertentu, termasuk Puskesmas, masjid, serta lingkungan di Pemerintahan Provinsi Jatim. Bahkan, setiap hari di Gedung Binaloka Kantor Gubernur Jatim juga sampai saat ini masih dibuka untuk layanan vaksinasi termasuk booster Covid-19.
"Tapi kalau misalnya teman-teman dari institusi atau organisasi tertentu ingin mengadakan vaksinasi pada Minggu atau Sabtu, ya tidak apa-apa. Pokoknya kita ingin melakukan maksimalisasi percepatan vaksinasi booster," ujarnya.
Selain itu, merujuk data ketersediaan stok vaksin per kabupaten kota se Jatim, daerah dengan stok vaksin terbanyak ada di Kabupaten Jember dengan jumlah 103.706 dosis.