Gedung DPRD Jatim Berubah Seperti Pondok Pesantren

Ihya Ulumuddin
Pimpinan dan aggota DPRD Jatim mengenakan sarung saat paripurna, Kamis (22/10/2020).(Foto: iNews.id/ihya ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Suasana gedung DPRD Jawa Timur (Jatim) berubah seperti pondok pesantren, Kamis (22/10/2020). Anggota dewan laki-laki mengenakan sarung dan jas serta berpeci. Sementara yang perempuan mengenakan kerudung, khas santriwati.

Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad mengatakan, seragam sarung sengaja dipakai untuk memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh hari ini. Pihaknya ingin semua anggota dewan memberi penghormatan, meski hanya melalui pakaian.

“Ide itu (mengenakan sarung) muncul pada rapat Bamus (Badan Musyawarah) yang saya pimpin. Kami semua sepakat mengenakan sarung saat Paripurna. Sebab, momentumnya bertepatan dengan hari santri,” ujarnya sesuai paripurna.

Menurut Sadad, sarung memang menjadi salah satu pakaian kebesaran santri, selain peci dan baju takwa. Karena itu DPRD Jatim memutuskan untuk bersarung sebagai simbol santri di rapat paripurna.

“Meski kelihatan seperti orang yang mau berangkat akad nikah. Ini yang biasa dipakai para kiai dalam acara resmi,” kata politisi Gerindra ini.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap! Oknum Kiai Cabuli 13 Santri di Ponorogo Diduga Sudah Beraksi Bertahun-tahun

57 tahun lalu

Santri Ponpes di Pelalawan Kritis Dianiaya Kakak Kelas, Diduga Perkara Nonton Film di HP

57 tahun lalu

1 Orang Ditangkap terkait Pembakaran Ponpes Nurul Jadid di Mesuji, Diduga Provokator

57 tahun lalu

Ponpes Nurul Jadid Mesuji Dibakar Massa, Diduga Buntut Kasus Asusila

57 tahun lalu

Ponpes Ndolo Kusumo Pati Ditutup Buntut Kasus Kiai Cabul, Begini Nasib 252 Santri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal