Fakta Baru Terungkap, Korban Mutilasi di Malang Dibunuh Lebih Dahulu oleh Sugeng

Deni Irwansyah
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri mengungkap fakta baru kasus mutilasi di Pasar Baru Malang, Jawa Timur, Senin (20/5/2019). (Foto: iNews/Deni Irwansyah)

Dia menambahkan, pembunuhan sadis yang dilakukan pelaku didukung dengan fakta ceceran darah di lokasi kejadian. Pelaku terbukti membunuh korban terlebih dahulu, lalu memotong-motong tubuhnya.

“Ada bukti ceceran darah di bawah tangga yang cukup banyak. Ini menandakan korban saat dibunuh masih dalamn kondisi hidup sehingga darahnya masih banyak, termasuk mengenai kaos pelaku,” kata Kapolresta Malang.


Hal ini kemudian dikuatkan dengan hasil tes kejiwaan pelaku. Ahli mengambil kesimpulan bahwa pelaku saat diwawancarai oleh psikiater masih menutupi kejadian yang sebenarnya dan akhirnya mengakui perbuatan sadisnya. Saat melakukan perbuatannya, pelaku dalam keadaan sadar dan normal.

“Pelaku juga tidak dalam kondisi gangguan schizophrenia atau gangguan berpikir. Pelaku bisa bercerita semua proses awal kejadian dengan detail. Artinya bahwa cerita awal tersebut didesain sedemikian rupa untuk meyakinkan orang-orang yang bertanya tentang kejadian tersebut. Pelaku juga memahami efek atau risiko dari perbuatannya tersebut,” kata Kapolres.

Berdasarkan pengakuan pelaku sebelumnya, dia mengaku memutilasi korban yang sudah tewas, tiga hari setelah meninggal dunia. Mutilasi dilakukan karena ada bisikan. Alasan ini pula yang mendasari pelaku menulis surat pada kertas, tembok, bahkan telapak kaki dan tangan korban.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
2 hari lalu

Geger! Pria di Nganjuk Ditemukan Tewas Terkubur di Halaman Rumah, Diduga Korban Pembunuhan

4 hari lalu

16 Adegan Rekonstruksi Suami Bunuh Istri di Makassar, Korban Diserang Gunakan Badik

8 hari lalu

Viral Terduga Pembunuh Wanita ASN Bangkalan, Kuasa Hukum Sebut Pelaku Masih Diburu Polisi

9 hari lalu

Terungkap! Anak Bunuh Ibu Kandung di Pematangsiantar Punya Riwayat Gangguan Kejiwaan

9 hari lalu

Pematangsiantar Gempar, Anak Diduga Bunuh Ibu Kandung Berusia 85 Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal