“Jadi tidak ada paksaan. Ini keinginan Ngatimin sendiri,” katanya.
Sementara Kepala Desa Gebangan, Joko Sabar mengakan, kejadian ini bermula saat, Ngatimin mengatakan bagi siapapun yang mengambil buah semangka, perutnya akan kembung dan meninggal. Kata-kata inilah yang membuat resah warga.
“Maka kami fasilitasi, supaya tidak ada kejadian yang tidak diinginkan di desa ini,” katanya.
Dari info yang dihimpun, sebelum pengambilan sumpah, situasi di desa sempat memanas. Warga sempat ingin mengusir Ngatimin dari desa.
Pengambilan sumpah memang sengaja dipercepat agar warga yang berkumpul di depan masjid segera meninggalkan lokasi.
Sayangnya hal tersebut sia-sia. Meski proses pengambilan sumpah telah usai, warga tetap berkumpul tanpa mengindahkan protokol kesehatan.
Warga tampak asyik mengambil video dari kamera handphone masing-masing. Hingga akhirnya, petugas keamanan turun langsung untuk membubarkan massa. Akibat peristiwa ini, kondisi jalan desa pun sempat tersendat.