Sementara itu, Eri Cahyadi menbgaku dirinya bersama Ketua DPC PKB Surabaya Musyafak Rouf merupakan keluarga besar Pondok Posantren An-Najiyah Sidosermo. Karena Musyafak Rouf pernah mondok di An-Najiyah dan Wali Kota Eri Cahyadi juga dari sana, sehingga siapa pun yang pernah mondok di Dresmo merupakan keluarga besar.
"Insyallah akan seduluran saklawase. Alhamdulillah songkok yang saya pakai ini yang ada logo PKB-nya, merupakan pemberian dari seorang kakak kepada adiknya, karena beliau juga lulusan Pondok Pesantren An-Najiyah. Saya juga dari sana, yang ngemong saya ya Kiai Mas Yusuf dari dulu hingga sekarang," katanya.
Dia pun berharap ke depannya bisa terus menjaga silaturahmi dengan PKB Surabaya. Bahkan, ia juga berharap ke depannya bisa saling bekerjasama dan bersinergi dalam membangun Kota Surabaya untuk kepentingan rakyat Surabaya, termasuk pula bersama-sama melewati masa pandemi Covid-19 ini.
"Dengan PKB serta doa dari para kiai, saya yakin Surabaya bisa melewati masa pandemi ini dan akan lebih hebat dari tahun-tahun sebelumnya. Makanya saya berharap betul setelah Muscab ini dan terpilih ketua yang baru. Kami harap bisa bersinergi membangun kota ini. Tujuan kita hanya satu bagaimana membawa Kota Surabaya bisa membahagiakan warganya," katanya.
Melalui sinergi itu, dia yakin Kota Surabaya akan menjadi kota yang baldatun toyyibatun warabbun gafur. Bahkan menurutnya doa dari para kiai itu yang paling mustajabah. Meskipun dia bersama jajarannya sudah bekerja keras, tapi tanpa doa dari para kiai, maka cita-cita untuk menjadikan Surabaya sebagai kota yang baldatun toyyibatun warabbun gafur tidak akan pernah tercapai.