Rombongan pun mendekati sumber asap yang membubung tinggi itu. Begitu dekat, mereka melihat seorang petani sedang membakar sampahnya. Asap yang bergelung-gelung itu bukan berasal dari api revolusi terbakarnya Jakarta, melainkan dari sampah yang terbakar.
Pada buku Soekarno Biografi 1901-1950 disebukan Soekarno menertawakan Sukarni yang ternyata kecele.
“Dan bagaimana kira-kira nasib kita di Jakarta sekarang?” tanya Bung Karno dengan nada mengejek.
Sekitar tengah malam rombongan tiba di Jakarta. Fatmawati dan Guntur diantar pulang ke rumah dan yang lain langsung menuju rumah Laksamana Maeda.
Esok hari, 17 Agustus 1945, Soekarno-Hatta mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan RI di Jalan Pegangsaan Timur, 56 Jakarta.