Cerita Penculikan Soekarno Hatta ke Rengasdengklok Sehari Jelang Proklamasi Kemerdekaan

Solichan Arif
Soekarno dan Hatta diculik sekelompok pemuda ke Rengasdengklok, jelang Proklamasi Kemerdekaan RI. (Foto: ist)

Saat bertanya, Singgih sengaja membarengi dengan meletakkan senapannya di atas meja. 

Singgih merupakan putra Panji Singgih, teman Soekarno dalam pergerakan nasional. Sementara Sukarni berasal dari Blitar, orang tuanya dimungkinkan kenalan orang tua Soekarno.

Saat rapat di kafe Hawaii di Cikini pada 15 Agustus 1945, sekolompok pemuda radikal pimpinan Chaerul Saleh, yakni Sukarni, Wikana, Adam Malik Joesoef Kunto, Singgih dan dr Moewardi, pemimpin Barisan Pelopor, menugaskan Sukarni sebagai pemimpin penculikan.

Bung Karno sebenarnya jengkel dengan sikap para pemuda, namun tidak diungkapkan terbuka. Di kemudian hari, kepada Ktut Tantri, Bung Karno menceritakan kejengkelannya tersebut:

"Pemuda itu bisa saya tampar, kalau saya mau. Mereka itu anak-anak teman saya, dan saya sudah kenal mereka sejak kecil."

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Banjir Rengasdengklok Karawang Telan Korban Jiwa, Kakek 72 Tahun Tewas Tenggelam

57 tahun lalu

Kiai NU Diserang, 1.000 Anggota Banser Akan Dikerahkan ke Karawang bila Pelaku Tak Ditangkap

57 tahun lalu

Ganjar Kunjungi Rumah Rengasdengklok: Anak Muda Indonesia Punya Sejarah Semangat Juang dan Kemandirian Tinggi

57 tahun lalu

Monumen Kebulatan Tekad di Rengasdengklok Karawang, Abadikan Sejarah Kemerdekaan Indonesia

57 tahun lalu

Kisah Sayuti Melik, Pengetik Teks Proklamasi yang Nyaris Dieksekusi Kaum Nasionalis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal