"Tidurnya di sini kalau malam. Nggak berani tidur dekat dengan bangunan. Takut ada gempa lagi dan roboh," kata Warsono, Senin (12/4/2021).
Menurutnya, menjelang puasa Ramadan kali ini menjadi hari-hari yang terberat bagi dirinya dan istri. Selain rumahnya yang habis roboh terdampak gempa, Warsono harus merasakan gagal panen kopi di kebunnya.
"Nelongso, nelongso. Sudah habis nggak punya apa-apa lagi. Kemarin kopi panennya nggak hasil. Sekarang ketambahan kayak gini. Biasanya panen 7 sampai 8 kwintal, kemarin nggak ada hasil," ucap Warsono.
Dia mengaku kini tidak punya apa-apa dan menunggu bantuan dari beberapa pihak yang datang. Warsono sudah tak sanggup lagi membangun rumahnya. Selain tenaga yang sudah mulai terkuras akibat usia, dia kini tak memiliki apa-apa.
"Sudah tidak punya apa-apa lagi. Hanya punya kayu itu saja untuk bahan memperbaiki rumah. Motor satu-satunya juga rusak kerobohan rumah," kata Warsono, sambil menunjukkan kayu-kayu yang sedianya memang digunakan memperbaiki rumah menjelang Lebaran.