Cerita Kerajaan Sriwijaya, Kuasai Perdagangan Internasional hingga Disegani Dunia

Avirista Midaada
Salah satu prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya. (Foto: Kemendikbud)

Hubungan diplomatik itu terus berlanjut terjadi pada 1016, 1017, dan 1018, dimana utusan Sriwijaya dikirimkan ke China. Untuk kepentingan diplomatik, Sriwijaya tak keberatan membayar upeti kepada China dan mengakui sebagai negara yang berkuasa. Ini adalah bagian dari usaha diplomatik untuk menjamin agar China tidak membuka perdagangan langsung dengan negara lain di Asia Tenggara yang dapat merugikan Sriwijaya. 

Sedangkan persahabatan dengan Chola diwujudkan dengan bantuan pendirian bangunan suci agama Buddha di Nagipattana oleh Raja Chola bernama Raja Kesariwarman Rajaraja I pada 1005-1006 Masehi.

Bangunan ini selanjutnya diberi nama Cudamanivarmavihara. Chola ini berlokasi di India selatan, yang merupakan salah satu kerajaan besar dalam tradisi Tamil. Kerajaan Chola mencapai masa kejayaannya pada masa pemerintahan Rajaraja I tahun 985-1014 Masehi. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polda NTT Bongkar Perdagangan Rokok Ilegal di 3 Kabupaten, Ribuan Bungkus Disita

57 tahun lalu

Polisi Bongkar Perdagangan Sisik Trenggiling Hampir 1 Ton di Tanjungbalai, 2 Orang Ditangkap

57 tahun lalu

Jejak Kerajaan Panai di Tanah Sumatra, Kaya Akan Emas dan Hasil Alam

57 tahun lalu

Sejarah Candi Borobudur, Warisan Raja Samaratungga dari Sriwijaya

57 tahun lalu

Kerajaan Sriwijaya, Pusat Perdagangan dan Pengajaran Agama Buddha

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal