Cerita Kehancuran Kerajaan Banten akibat Politik Pecah Belah VOC 

Avirista Midaada
ilustrasi VOC (screenshoot Kemdikbud)

Sementara dalam memperkuat posisinya, Sultan Haji mengirimkan dua orang dutanya untuk menghadap raja Inggris di London pada tahun 1682 Masehi. Tujuannya agar Sultan Haji mendapat dukungan dan bantuan persenjataan. 

Perang tak seimbang antara ayah dan anak pun tak terhindarkan. Hal ini memaksa Sultan Ageng Tirtayasa mundur dari istana dan melarikan diri ke Tirtayasa. 

Sejak itu, nama Sultan Ageng dikenal dengan Sultan Ageng Tirtayasa. Tetapi pada 28 Desember 1682 dikisahkan wilayah Tirtayasa berhasil dikuasai oleh Sultan Haji yang mendapat dukungan dari VOC.

Hal ini membuat Sultan Ageng Tirtayasa beserta Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf dari Makassar memilih menyelamatkan diri ke arah selatan, menuju pedalaman Sunda. Tetapi pada 14 Maret 1683, Sultan Ageng Tirtayasa berhasil ditangkap dan ditahan di Batavia.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kisah Tragis Ratu Nilakendra, Raja Pajajaran yang Lari ke Hutan saat Istana Diserbu Banten

57 tahun lalu

Akhir Keruntuhan VOC, dari Skandal Korupsi hingga Bangkrut Biayai Perang Lawan Mataram

57 tahun lalu

Amarah Sultan Agung Pasukannya Gagal Taklukkan VOC, 744 Prajurit Jawa Dihukum Mati

57 tahun lalu

Benteng Belgica di Pulau Naira Maluku, Tempat Pertempuran Sengit VOC dan Portugis

57 tahun lalu

Sejarah Perjanjian Giyanti, Siasat VOC Pecah Belah Kesultanan Mataram Islam Jadi Dua

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal