Cerita Kehancuran Kerajaan Banten akibat Politik Pecah Belah VOC 

Avirista Midaada
ilustrasi VOC (screenshoot Kemdikbud)

SURABAYA, iNews.id - Kerajaan Banten berjaya di bawah kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa. Namun, belakangan, kejayaan itu hancur akibat politik pecah belah VOC Belanda. 

Dikisahkan pada buku "Untung Surapati: Melawan VOC Sampai Mati" tulisan Abdul Waid, di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa memiliki armada yang kuat dan menakjubkan. Bahkan Kesultanan Banten sanggup menggaji para pekerja Eropa.

Tak hanya itu, Kerajaan Banten mengamankan jalur pelayaran dengan mengirimkan armada lautnya ke Kerajaan Sukadana (Kerajaan Tanjungpura) serta menaklukkannya di tahun 1661. Pada masa itu, Kerajaan Banten juga tengah berusaha keluar dari tekanan VOC yang sebelumnya memblokade kapal-kapal dagang ke arah Banten.

Pada tahun 1680 Masehi, terjadilah perebutan kekuasaan di internal kerajaan. Sultan Ageng Tirtayasa terlibat perebutan kekuasaan dengan putranya bernama Sultan Haji. Perselisihan antara ayah dan anak ini dimanfaatkan betul oleh VOC untuk memberikan dukungan kepada Sultan Haji, sehingga perang saudara pun tak dapat dihindarkan lagi.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kisah Tragis Ratu Nilakendra, Raja Pajajaran yang Lari ke Hutan saat Istana Diserbu Banten

57 tahun lalu

Akhir Keruntuhan VOC, dari Skandal Korupsi hingga Bangkrut Biayai Perang Lawan Mataram

57 tahun lalu

Amarah Sultan Agung Pasukannya Gagal Taklukkan VOC, 744 Prajurit Jawa Dihukum Mati

57 tahun lalu

Benteng Belgica di Pulau Naira Maluku, Tempat Pertempuran Sengit VOC dan Portugis

57 tahun lalu

Sejarah Perjanjian Giyanti, Siasat VOC Pecah Belah Kesultanan Mataram Islam Jadi Dua

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal