SIDOARJO, iNews.id – Teka-teki kematian misterius Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berinisial RYS di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, mulai menemui titik terang. Salah satu isu liar yang sempat menggegerkan publik terkait kondisi fisik korban saat ditemukan akhirnya terjawab.
Pihak Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan rumor di masyarakat yang menyebut korban tewas dalam kondisi berbadan dua atau hamil.
Spekulasi mengenai dugaan korban tengah mengandung mencuat lantaran kondisi bagian perut jenazah yang tampak membesar secara tidak wajar saat pertama kali dievakuasi petugas dari dalam mobil berpelat merah tersebut.
Namun, setelah dilakukan autopsi dan pembedahan dalam pada Rabu (24/6/2026) malam, tim dokter forensik secara tegas membantah isu kehamilan tersebut.
Hasil pemeriksaan organ dalam memastikan tidak ada janin dan korban dipastikan tidak sedang berbadan dua saat meninggal dunia.
Pembesaran pada area perut murni dipicu oleh akumulasi gas gas organik akibat proses pembusukan alami tubuh karena korban diperkirakan sudah meninggal dunia selama 2 hingga 3 hari sebelum ditemukan.
"Terkait isu perut yang membesar, setelah dilakukan pemeriksaan dalam, kami tegaskan ternyata korban tidak hamil. Kondisi itu terjadi karena proses pembusukan dan pembengkakan alami pada jenazah. Selanjutnya, sampel medis sudah kita ambil untuk dikirimkan ke Lab Forensik Polda Jatim guna analisis lebih lanjut," ungkap Ketua Tim Humas RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini, Kamis (25/6/2026).
Kendati isu kehamilan telah dipatahkan, misteri penyebab kematian RYS justru semakin pekat. Tim forensik menemukan sejumlah kejanggalan dan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh luar korban yang mengarah pada dugaan kematian tidak wajar.
Ditemukan luka robek cukup dalam pada bagian belakang cuping telinga kiri korban yang dipastikan akibat hantaman kekerasan benda tumpul.
Petugas juga mendapati adanya pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata.