Pasalnya, AS telah melakukan kontak fisik dan mencium jenazah Covid-19. Sementara hasil tes swab belum keluar. “Jika nanti hasil tes swab keluar, baru petugas akan memutuskan, apakah AS akan diperbolehkan pulang atau dikarantina di rumah isolasi,” katanya.
Diketahui, beberapa waktu lalu AS merebut paksa jenazah Covid-19 di RST Soepraoen Malang. Tak hanya itu, AS bahkan membuka kain kafan dan mencium jenazah tersebut. Aksi ini juga sempat viral di media sosial.
Pascainsiden ini, Tim Covid-19 mendatangi AS untuk rapid test dan tes swab. Namun, yang bersangkutan menolak. Karena itu, AS akhirnya dijemput paksa. Sebanyak 1 kompi personel TNI dan Polresta Malang dikerahkan dalam penjemputan ini.